Aku percaya dunia bisa kita selamatkan hanya jika
telah tegak tauhid dan sunnah di muka bumi ini. Let's save the world
by holding Tauhid and Sunnah mamen.


Fanpage Al-Uyeah | Twitter Al-Uyeah

Let's Save the World

Ayo selamatkan dunia dengan tauhid dan sunnah mamen. Save our soul

Mp3 Kajian

Di Al-Uyeah, mamen bisa download mp3 kajian yang uyeah

Komunitas Al-Uyeah

Ayo gabung di fp Al-Uyeah, dapatkan update poster yang uyeah.

Twitter @al_uyeah

Ayo tupiers, dapatkan tweet poster islami. Bantu RT ya

Kamis, 17 April 2014

Koreksi Ilmiah Terhadap Ikhwanul Muslimin (IM) - Part 7/7

Koreksi Ilmiah Terhadap Ikhwanul Muslimin | al-uyeah.blogspot.com
Lalu bagaimanakah fenomena IM (Ikhwanul Muslimin) di dalam merealisasikannya? Simaklah keterangan berikut ini!

1. Garis besar Al-Wala` wal-Bara` ala IM.

Hasan Al-Banna dalam momentum peringatan HUT IM yang ke-20 (5-9-1948) berkata: “Gerakan IM tidaklah memusuhi aqidah, agama, atau kelompok apapun.” (Qafilah Al-Ikhwan, karya As-Sisi, I/211. Lihat Ath-Thariq Ilal Jama’atil Um, hal. 132)

Muhammad Al-Ghazali berkata: “Selaras dengan sejarah lama, maka kamipun berkeinginan untuk membentangkan tangan-tangan kami dan membuka telinga dan hati kami untuk setiap seruan yang mempersatukan agama-agama, dan mendekatkan antar pemeluknya serta menghilangkan sebab-sebab perpecahan dari hati-hati mereka.” (Wamin Huna Na’lam, hal. 150. Lihat Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, hal. 60)

2. Sikap IM terhadap Yahudi dan Nasrani

Hasan Al-Banna berkata (tentang kasus Palestina): “Untuk itu kami menetapkan bahwa permusuhan kami dengan Yahudi bukanlah permusuhan agama. Karena Al- Qur`an telah menganjurkan untuk bergabung dan berkawan dekat dengan mereka. Dan Islam merupakan syariat kemanusiaan sebelum menjadi syariat kaum tertentu. Islam pun telah memuji mereka dan menjadikan antara kita dengan mereka keterkaitan yang kuat.” (Al-Ikhwanul Muslimun Ahdatsun Shana’at Tarikh, I/409- 410. Lihat Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, hal. 59)

Yusuf Qardhawi berkata: “Kami memerangi orang-orang Yahudi bukan karena urusan aqidah, akan tetapi karena urusan tanah. Kami memerangi mereka bukan karena statusnya sebagai orang-orang kafir, akan tetapi karena mereka merampas (tanah Palestina).” (Surat Kabar Ar- Rayah, Qatar edisi 4696, 25 Januari 1995. Lihat Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha (lampiran) hal. 207)

Musthafa As-Siba’i berkata: “Islam bukanlah agama yang memerangi agama Nashrani, bahkan mengakui dan memuliakan agama Nashrani... Islam tidak membedakan antara muslim dan Nashrani. Islam tidak memberikan hak lebih terhadap muslim atas hak Nashrani dalam kedudukan di pemerintahan…” (Ath- Thariq Ilal Jama’atil Um, hal. 134)

Hasan At-Turabi dalam ceramahnya yang berjudul Ta’dilul Qawanin, berkata: “Boleh bagi seorang muslim untuk menjadi Yahudi atau Nashrani, seperti halnya mereka (Yahudi dan Nashrani) dibolehkan untuk menjadi muslim.

Di kesempatan ceramahnya yang lain dengan tema Ad-Daulah Baina Nazhariyyah Wa Tathbiq, berkata: “Tidak boleh bagi seorang muslim untuk mengkafirkan Yahudi dan Nashrani.” (Isyruna Ma’kha-dzan ‘Ala As-Sururiyyah, hal. 2. Lihat Majalah Asy Syari’ah edisi Fenomena Sinkretisme Agama, hal. 21)

3. Sikap IM terhadap Syi’ah Rafidhah.

Syi’ah Rafidhah adalah rintisan Abdullah bin Saba‘ seorang Yahudi dari Yaman. Di antara keyakinan kelompok ini adalah: Al-Qur`an (kaum muslimin) yang ada telah mengalami perubahan dan pengurangan sehingga tak tersisa lagi kecuali hanya 1/3 dari aslinya; para shahabat telah murtad (sepeninggal Nabi Shallallahu’alaihi wasallam) kecuali beberapa orang saja; para istri Nabi Shallallahu’alaihi wasallam adalah pelacur; imam-imam mereka ma’shum dan kedudukannya di atas malaikat dan nabi; dan lain sebagainya.
Bagaimanakah sikap IM terhadap mereka? Simaklah keterangan tokoh-tokoh mereka:

Umar At-Tilmasani berkata: “Pada th 1940-an –sesuai apa yang kuingat– Sayyid Al- Qummi (tokoh Syi’ah) mengunjungi IM di markas besarnya, saat-saat Al-Imam Asy-Syahid (Hasan Al- Banna, -pen.) (Tahu darimana Hasan Al Banna Syahid?) berjuang keras untuk mempersatukan seluruh madzhab… Kami pun bertanya kepadanya (Hasan Al-Banna, -pen.) tentang perbedaan antara Ahlus Sunnah dan Syi’ah. Maka dia melarang kami untuk masuk ke dalam masalah-masalah riskan semacam ini.” (Mauqif Ulama’ Al-Muslimin, karya Dr. Izzuddin Ibrahim hal. 5-21. Lihat Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, hal. 56)

Salim Bahnasawi berkata: “Sejak terbentuknya lembaga pendekatan antara madzhab-madzhab Islam yang diprakarsai Al-Imam Al-Banna dan Al-Imam Al- Qummi, kerjasama antara IM dengan Syi’ah pun terus berlangsung, yang akhirnya membuahkan kunjungan Al-Imam Nuwab Shafawi (tokoh Syi’ah) ke Kairo pada tahun 1954 M.

Dia juga berkata: “Dan itu bukan hal aneh, karena manhaj (prinsip) kedua kelompok sama-sama mendukung kerja sama tersebut.” (Mauqif Ulama’ Al-Muslimin, hal. 13. Lihat Tahafutusy Syi’arat Wa Suquthul Aqni’ah, karya Abdul ‘Aziz bin Syabib Ash- Shaqr, hal. 32)

Abdul Aziz bin Syabib Ash-Shaqr berkata: “Ketika Hasan Al-Banna wafat, warisan (pemikiran) yang busuk ini diambil oleh seluruh petinggi IM dan diterapkan di negerinya masing-masing. Sebagaimana yang dilakukan Umar At-Tilmisani –Mursyid Aam (pimpinan umum IM)– di Mesir, Musthafa As-Siba’i di Syria, Hasan At-Turabi di Sudan, Al-Ghanusyi di Tunis, Fathi Yakan di Lebanon dan Al-Maududi di Pakistan.” (Tahafutusy Syi’arat, hal. 33)

Bagaimanakah sikap IM terhadap kelompok-kelompok Islam sempalan lainnya?
Pembaca, jika sikap mereka terhadap Syi’ah demikian mesranya, bahkan juga sikap mereka terhadap Yahudi dan Nashrani yang jelas-jelas musuh Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya, maka bisa dipastikan jawabnya adalah: idem. Artinya, toleransi tinggi akan dipersembahkan IM untuk mereka. Demikianlah “GBHN” al- wala` wal-bara` ala mereka. Masih ingatkah perkataan Hasan Al-Banna dan Muhammad Al-Ghazali yang telah lalu?!

Koreksi Ilmiah Terhadap Ikhwanul Muslimin (IM) - Part 6/7

Koreksi Ilmiah Terhadap Ikhwanul Muslimin | al-uyeah.blogspot.com
Demikian pula dengan Sayyid Quthub, dia katakan: “Sesungguhnya peribadatan kepada berhala, yang Nabi Ibrahim berdoa kepada Rabb-Nya untuk menjauhkan dirinya dan anak-anaknya dari perbuatan tersebut, tidak hanya terwujud dalam gambaran sederhana yang dulu dilakukan oleh orang-orang Arab saat Jahiliyyah mereka, atau yang dilakukan oleh banyak orang-orang animisme pada benda-benda yang berwujud batu atau pohon… Sesungguhnya gambaran sederhana ini semuanya tidak mencakup, menghabiskan bentuk syirik kepada Allah…” (Fi Zhilalil Qur`an, 4/2114)

Memang syirik bukan hanya dalam bentuk ibadah kepada berhala, tapi mengapa engkau sebut itu ‘sederhana’ (sadzaj), padahal itu termasuk bentuk syirik terbesar di umat ini, baik dulu maupun sekarang? Yang menguatkan bahwa ia meremehkan syirik dalam hal ini adalah bahwa dia banyak membesar-besarkan syirik dalam hal hukum dan salah dalam menafsirkan Laa ilaha illallah.

Koreksi Ilmiah Terhadap Ikhwanul Muslimin (IM) - Part 5/7

Koreksi Ilmiah Terhadap Ikhwanul Muslimin | al-uyeah.blogspot.com
Kerusakan manhaj dakwah mereka diawali oleh propaganda "Tauhidu As Sufuf" (menyatukan barisan) kaum muslimin yang mereka dengung-dengungkan. Dimana propaganda itu berkonotasi mengabaikan adanya berbagai penyimpangan aqidah yang membaluti tubuh umat Islam. Menurut mereka, cukup kita meneriakan : Wa Islamah (wahai Islam), maka kita pun bersatu. 

Hasan Al Banna pernah berkata : "Dakwah Ikhwanul Muslimin tidaklah ditujukan untuk melawan satu aqidah, agama, ataupun golongan, karena faktor pendorong perasaan jiwa para pengemban dakwah jama'ah ini adalah berkeyakinan fundamental bahwa semua agama samawi berhadapan dengan musuh yang sama, yaitu atheisme (Lihat Qofilah Al Ikhwan As Siisi 1/211).

Koreksi Ilmiah Terhadap Ikhwanul Muslimin (IM) - Part 4/7

Koreksi Ilmiah Terhadap Ikhwanul Muslimin | al-uyeah.blogspot.com
Termasuk prinsip yang telah dirancang Hasan Al-Banna adalah bagaimana jama'ah bermuamalah bersama negara. Prinsip yang diambil dari (golongan-gologan) partai- partai sebelumnya seperti partai Yasariyah, Rubiyah atau Rusiah atau selainnya. 

Dalam mu'amalahnya dengan negara, Ikhwanul Muslimin menempuh jalan demonstrasi, mencari sebanyak mungkin dukungan dan membuat selebaran- selebaran. Termasuk dalam aturan khususnya sebagaimana yang disebut oleh Mahmud Abdul Halim dalam bukunya 'Ikhwanul Muslimin adalah perkara baru yang membuat sejarah' dan Mahmud Ash-Shabagh dalam bukunya 'Tanzim Khash' termasuk program penting mereka adalah mencetak dan menyebarluaskan selebaran-selebaran. Dalam aturan khususnya seorang anggota belajar dan mengajar membuat selebaran dan menyebarluaskannya di banyak tempat. 

Koreksi Ilmiah Terhadap Ikhwanul Muslimin (IM) - Part 3/7

Koreksi Ilmiah Terhadap Ikhwanul Muslimin |  al-uyeah.blogspot.com
Dalam perjalanan hidupnya, Hasan Al-Banna bermukim di negara Mesir yang memiliki banyak partai. Ada partai sekuler, sosialis, dan nasionalis. Ia hendak menyatukan golongan-glongan itu ke dalam wadah Ikhwanul Muslimin. Golongan yang dia ketuai ini, hendak mengumpulkan semua golongan dalam satu nama. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya itu adalah suatu "trik politik". Dengan semboyan persatuan ia bermaksud mengumpulkan lawan-lawan dalam akidahnya tersebut. Ia mengikat mereka dengan nama Islam yang umum tanpa melihat pemahaman Islam yang benar dan kewajiban berpegang teguh dengannya. Secara faktual ia mempraktekkan prinsip, "Kami sepakat dengan apa yang kita sepakati dan saling memaafkan pada perkara yang kita perselisihkan."
Al-Uyeah bukan kumpulan ulama, ustad, ataupun kyai. Kami hanya penuntut ilmu yang ingin berbagi, berusaha menjadi jalan kebaikan. Ayo bersama berusaha menjadi jalan kebaikan mamen. Share blog ini jika bermanfaat.

 
Copyright Al Uyeah | Powered by Blogger Al Uyeah