Wasiat Rosulullah

Wasiat Rosulullah | al-uyeah.blogspot.com
Salah satu wasiat Nabi Muhammad Shallallahu'alaihiwasalam, wasiatnya untuk bertauhid.

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata), “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati melainkan dalam memeluk agama Islam.” (al-Baqarah: 32)

Demikianlah keadaan muwahid, sepanjang hidupnya berdakwah kepada tauhid. Nabi kita Muhammad n sejak berdakwah sampai menjelang wafatnya berdakwah kepada tauhid dan meperingatkan umatnya dari bahaya syirik.

Dari Jundub bin Abdillah radiyallahu'anha, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasalam berkata—lima hari sebelum meninggal, “Aku mengingkari kalau ada khalilku dari kalian, karena Allah Ta'ala telah menjadikanku sebagai khalil sebagaimana telah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil. Kalau seandainya aku menjadikan salah seorang dari umatku sebagai khalil niscaya aku akan jadikan Abu Bakr sebagai khalil. Ketahuilah, orang-orang sebelum kalian menjadikan kubur nabi mereka sebagai masjid. Janganlah kalian jadikan kuburan sebagai masjid karena aku melarang kalian darinya.” (HR. Muslim no. 532)

Dari Ummul Mukminin Aisyah radiyallahu'anha, Ketika turun kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasalam malaikat maut (sakratul maut), beliau meletakkan kain di wajahnya ketika beliau susah bernapas. Beliau lantas menyingkirkan kain khamishah tersebut. Beliau pun berkata dalam keadaan demikian, “Laknat Allah kepada Yahudi dan Nasrani karena mereka telah menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid.” (HR. al-Bukhari no. 435, Muslim no. 531)

Oleh karena itu, di antara ciri dakwah Ahlus Sunnah adalah terus menyeru kepada tauhid, sebaliknya di antara ciri dakwah yang menyimpang adalah meremehkan perkara tauhid.

Menghancurkan Sarana Kesyirikan

Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya. (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadah kepadanya?”

Mereka menjawab, “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya.”

Ibrahim berkata, “Sesungguhnya kalian dan bapak-bapak kalian berada dalam kesesatan yang nyata.”

Mereka menjawab, “Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?”

Ibrahim berkata, “Sebenarnya Rabb kalian ialah Rabb langit dan bumi yang telah menciptakannya, dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu.” Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.

Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.

Mereka berkata, “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim.”

Mereka berkata, “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.”

Mereka berkata, “(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan.”

Mereka bertanya, “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?”

Ibrahim menjawab, “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara.”

Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu berkata, “Sesungguhnya kalian semua adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)”, kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata), “Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.”

Ibrahim berkata, “Maka mengapakah kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kalian?” Ah (celakalah) kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah. Maka apakah kalian tidak memahami? (al-Anbiya: 51—67)

"Pelajaran akidah dalam Kisah Nabi Ibrahim"
ditulis oleh: Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak
AsySyariah.com
Alhamdulillah, setelah sekian lama hiatus, aluyeah kembali online. What's new on aluyeah? cek di about us. Semua tulisan di blog aluyeah dan media sosialnya, dibuat dengan cinta untuk pribadi dan keluarga kecil mimin. Namun jika mamen mendapatkan manfaat darinya, maka Alhamdulillah. Saran dan nasihat buat mimin, tulis di kolom komentar.

Ada pertanyaan? antum tanyakan ke asatidzah. Datang saja ke majelis ilmu terdekat, buka Info Kajian, atau hubungi website/channel rujukan mimin di bawah. Baarakallahu fiikum.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Silakan tuliskan komentar, saran dan nasihat antum. Namun tidak semua akan tampilkan.