Manusia dan Syafaat

Manusia dan Syafaat | al-uyeah.blogspot.com
Dalam permasalahan syafaat manusia digolongkan menjadi tiga:

1. Kaum yang ghuluw (berlebihan) di dalam menetapkan adanya syafaat sehingga mereka memintanya dari orang-orang yang telah mati, kuburan, patung-patung, batu-batu, dan pepohonan. 

Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

وَيَعْبُدُوْنَمِنْدُوْنِاللهِمَالاَيَضُرُّهُمْوَلاَيَنْفَعُهُمْوَيَقُوْلُوْنَهَؤُلاَءِشُفَعَاؤُنَاعِنْدَاللهِ

Dan mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak bisa memberikan kemudharatan dan manfaat kepada mereka, dan mereka mengatakan bahwa mereka (yang disembah itu) adalah pensyafaat kami di sisi Allah.”(Yunus: 18)

مَانَعْبُدُهُمْإِلاَّلِيُقَرِّبُوْنَاإِلَىاللهِزُلْفَى

Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan diri kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.”(Az-Zumar: 3)

2. Kaum yang berlebihan di dalam menafikan syafaat seperti halnya kaum Mu’tazilah dan Khawarij di mana mereka menafikan adanya syafaat bagi para pelaku dosa besar. 

Mereka berani menyelisihi sesuatu yang dalilnya telah mutawatir dari Al-Qur`an dan As-Sunnah.

3. Kaum yang berada di tengah-tengah, yang menetapkan adanya syafaat sesuai dengan apa yang telah disebutkan oleh Allah dan Rasul-Nya, tanpa tafrith dan ifrath. 

Mereka adalah Ahlus Sunnah. (lihat Syarah Al-’Aqidah Ath-Thahawiyyah Asy-Syaikh Shalih Fauzan, hal 21)

Ibnu Abil ‘Izzi menjelaskan:

“Manusia dalam permasalahan syafaat ada tiga (golongan) pendapat:

(Pertama): Musyrikin, Nasrani, dan Sufiyyah yang ghuluw terhadap guru-guru mereka dan selainnya. Mereka meyakini bahwa syafaat orang yang mereka agungkan di sisi Allah bagaikan syafaat di dunia.

(Kedua): Mu’tazilah dan Khawarij. Mereka mengingkari syafaat Nabi kita Shallallahu 'alaihi wa sallam dan selainnya, terhadap pelaku dosa besar.

(Ketiga): Ahlus Sunnah wal Jamaah. Mereka menetapkan adanya syafaat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan selain beliau terhadap pelaku dosa besar, dan bahwa tidak ada yang bisa memberikan syafaat melainkan dengan izin Allah.(Syarah Aqidah Thahawiyyah hal. 235)

Dikutip dari "Benarkah Syafaat Diminta Kepada Selain Allah? Bagian 2"
Penulis : Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah
Alhamdulillah, setelah sekian lama hiatus, aluyeah kembali online. What's new on aluyeah? cek di about us. Semua tulisan di blog aluyeah dan media sosialnya, dibuat dengan cinta untuk pribadi dan keluarga kecil mimin. Namun jika mamen mendapatkan manfaat darinya, maka Alhamdulillah. Saran dan nasihat buat mimin, tulis di kolom komentar.

Ada pertanyaan? antum tanyakan ke asatidzah. Datang saja ke majelis ilmu terdekat, buka Info Kajian, atau hubungi website/channel rujukan mimin di bawah. Baarakallahu fiikum.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Silakan tuliskan komentar, saran dan nasihat antum. Namun tidak semua akan tampilkan.