Let's Change The World By Holding Tauhid And Sunnah

Kami percaya dunia menjadi lebih baik ketika tegak tauhid dan sunnah di bumi ini

Artikel

Mamen bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan mamen lainnya di page facebook dan twitter untuk update artikel keren dan artwork awesome.

Mengapa Kami Berlepas

Mengapa Kami Berlepas | al-uyeah.blogspot.com
Bismillah, sejak "terungkap"nya post "Kami Berlepas" muncul banyak pertanyaan kepada mimin apa sebenarnya maksud dari poster tersebut. Ada yang mencibir, menuduh, namun ada pula yang bertanya secara personal sekaligus menghormati keputusan mimin. Mungkin sebagian mamen merasa audio di post tersebut tentu tidak mencukupi untuk menunjukan mengapa mimin memutuskan untuk berlepas. Karena memang post tersebut bertujuan hanya untuk menunjukan sikap mimin dalam berlepas dari mereka. Dengan mengharap ridho Allah 'Azza wa Jalla mimin ingin bercerita bagaimana mimin akhirnya memutuskan berlepas dari mereka.

Informasi lokasi, nama, dan kejadian tidak akan dipaparkan secara mendetail. Terserah mamen mau percaya atau tidak. Tidak ada yang memaksa kalian untuk percaya. Hidayah hanya ditangan Allah 'Azza wa Jalla. Kami berharap Allah Ta'ala menunjukan haq adalah haq, bathil adalah bathil kepada kita semua. Dan mimin berharap apa yang akan mimin ceritakan ini cukup untuk menjawab keheranan mamen sekalian.

Pertama mimin hanyalah manusia yang tidak luput dari dosa. Jika dosa yang mimin lakukan menimbulkan bau, niscaya kalian akan jijik, sungguh kalian akan jijik. Merupakan suatu keberuntungan yang besar mimin dipertemukan dengan dakwah sunnah, manhaj salaf. Segala puji bagi Allah Ta'ala yang mengkaruniai seluruh kebaikan ini.

Mimin akui jika website yang kami sudah berlepas sekarang ini merupakan salah satu jalan mimin mengenal manhaj salaf. Manhaj yang memiliki hujjah, memiliki landasan dalil yang tak terbantahkan. Sangat berbeda dengan pemahaman yang selama ini mimin tahu. Manhaj salaf itu sangat kokoh. Selalu mengembalikan kepada Al Quran dan Sunnah. Hingga kebanyakan tulisan di blog ini dulunya juga diambil dari website yang kami sudah berlepas dari mereka karena memang waktu itu masih mimin anggap semua sama, sama-sama bermanhaj salaf.

Hingga akhirnya belakangan ini muncul peristiwa yang satu memperingatkan terhadap yang lain. Mulailah muncul banyak perdebatan, perselisihan, khususnya di media sosial mengenai hal itu. Mimin putuskan untuk tidak masuk ke wilayah tersebut, karena memang bukan kapasitas mimin, dan juga bukan tempatnya.

Alhamdulillah, ketika itu mimin memiliki teman dekat yang juga memperingatkan akan hal itu. Semoga Allah memberinya banyak banyak banyak kebaikan. Seperti halnya ketika menerima manhaj salaf, manhaj yang memiliki hujjah yang sangat kokoh. Dalam peristiwa ini mimin juga melihat siapa yang lebih kokoh hujjahnya. Dan saat itu pun mimin tidak cepat dalam memutuskan.

Mungkin saat itu terkena syubhat untuk tidak menyibukkan diri dengan tahdzir dan menyibukkan diri dengan menuntut ilmu. Bagi sebagian mamen yang membaca nasihat itu, you know who mamen. Hingga akhirnya banyak tulisan di blog ini pun bergeser mengangkat tulisan beliau. Hingga akhirnya mimin mendapatkan kabar jika ada yang memperingatkan untuk berlepas dari beliau. Kembali mimin melihat, hujjah siapa yang lebih kokoh. Pada titik ini akhirnya mimin memutuskan untuk vakum. Tidak lagi mengelola page, maupun blog Aluyeah.

Justru pada saat vakum itu, keluarga mimin sering berhubungan dengan mereka yang mimin berlepas dari mereka sekarang. Mamen, lihat betapa dekatnya keluarga mimin, sampai-sampai pernah 2 ustadz pimpinan ma'had di sekitar kota mimin datang ke rumah untuk membantu menyelesaikan masalah keluarga mimin. Hampir setiap minggu ada kajian khusus keluarga besar mimin yang diisi oleh staf pengajar dari ma'had mereka.

Hingga pada masa pilpres, mimin terkejut. Benar-benar terkejut, mengapa bisa menyarankan salah satu kandidat untuk dipilih. Malam hari sebelum pilpres, mimin baca sendiri sms forward dari ustadz pimpinan ma'had yang menyarankan untuk memilih salah satu kandidat capres. Kembali, mimin lihat hujjah siapa yang lebih kokoh, antara yang ikut dalam pilpres dengan yang berlepas dari pilpres. Dan akhirnya mimin putuskan untuk tidak datang dalam pilpres.

Setelah itu, mimin mulai melihat apa yang diperingatkan ulama akhirnya mimin lihat sendiri. Setelah itu, mulai tampak satu persatu sikap lembek mereka dalam bermanhaj. Mulai dari staff pengajar ma'had yang mengisi kajian keluarga besar mimin, saat itu sampai-sampai mengambil "hikmah" dari film holywood. Teman-teman facebook mimin yang berjalan bersama mereka mulai bermudah-mudahan dalam ikut meramaikan salah satu group dakwah dengan media visual yang diisi oleh orang-orang yang sangat beragam. Juga staff pengajar ma'had mereka yang mengagumi peruqyah "syar'i" yang terkenal di Youtube, yang cara meruqyahnya kebanyakan adalah inovasi mereka sendiri. Teman-teman facebook mimin mulai mengunggah foto wajah mereka, mulai menshare perkataan "ulama" yang tidak jelas manhajnya. Pernah mimin baca, salah satu ustadz mereka mengutip perkataan "ulama" terkenal di dunia, kemudian ustadz itu ditanya tentang manhaj "ulama" tersebut, dan dijawab, saya tidak tahu. Dan masih banyak sikap-sikap lembek dalam bermanhaj lainnya yang telah nampak. Silakan mamen perhatikan sendiri.

Kemudian mimin putuskan untuk berlepas dari mereka. Ada satu hal yang mengganjal, bagaimana dengan blog Aluyeah? Yang sebelumnya banyak mengambil dari mereka? Dan hal ini mimin tanyakan kepada beberapa ustadz, dan mimin mendapatkan nasihat yang sama, yaitu menyatakan diri untuk berlepas dari mereka. Kemudian barulah mimin aktif kembali di blog Aluyeah. One last mission nya adalah deklarasi untuk berlepas kepada mereka. Mimin pun mendapat nasihat untuk tidak berlebihan dalam menyatakan berlepas, semoga 2 post "Kami Berlepas" dan "Mengapa Kami Berlepas" cukup untuk menunjukan rujuknya kami kepada al haq, kembali kepada bimbingan para ulama, mengikuti manhaj salaf.

Mimin tidak ingin masuk dalam wilayah perdebatan, silakan untuk tidak berkomentar dalam artikel mimin ini. Tidak ada yang mengharuskan mamen semua untuk membenarkan apa yang mimin tulis ini. Namun saran mimin, jangan melihat mimin men, lihatlah yang mimin coba ikuti. Coba perhatikan, siapa yang lebih kokoh hujjahnya. Siapa yang lebih kokoh dalam bermanhaj. Siapa yang lebih kokoh dalam memegang perintah Allah dan RosulNya. 

Jika artikel ini bermanfaat, bantu share artikel ini. Lets change the world together mamen!